LEMBAR PENDAMPINGAN INDIVIDU 6
LEMBAR
PENDAMPINGAN INDIVIDU 6
NAMA : FIKRIADI
ASAL SEKOLAH : SMPN SATU ATAP
1 SEBANGAU KUALA
TANGGAL : 24
NOVEMBER 2024
Bagian Awal Pendampingan
1.
Menjelaskan tentang fokus pendampingan, PP memastikan CGP memahami
aktivitas pendampingan yang akan dilakukan.
2.
Pengajar Praktik menanyakan apa saja proses yang sudah berjalan selama
satu bulan terakhir, menanyakan rencana tindak lanjut dari pendampingan
sebelumnya, serta hal-hal yang dianggap sebagai capaian selama satu bulan
terakhir (berdasarkan Jurnal Pemanatauan Pembelajaran Daring).
3.
Apresiasi kemajuan-kemajuan yang disampaikan oleh Calon Guru Penggerak,
termasuk hal baik yang dilihat selama observasi.
Bagian Inti Pendampingan
1.
Refleksi hasil survei (feedback 360)
a.
PP memberikan hasil analisis feedback 3600 kepada CGP,
berikan CGP waktu beberapa saat untuk membaca dan memahami infomasi dari hasil
analisis yang telah dilakukan.
b.
Berdasarkan hasil feedback 3600 lakukan refleksi dengan memberikan
pertanyaan pematik berikut ini:
1)
Berdasarkan hasil feedback 3600 apa yang kurang baik/ perlu
ditingkatkan menurut responden terhadap kompetensi bapak/Ibu? Jelaskan
menurut masing-masing responden (kepala sekolah, rekan sejawat, dan murid)
Jawab
Kepala
Sekolah
“kepala sekolah menilai CGP masih perlu
meningkatkan kemampuan dalam merencanakan dan mengelola program pembelajaran
yang melibatkan seluruh warga sekolah”.
Rekan
sejawat
“Rekan sejawat dapat menganggap kemampuan
kolaborasi dan berbagi praktik baik perlu ditingkatkan. Kadang, guru kurang
terbuka untuk bekerja sama dalam merancang pembelajaran lintas disiplin atau
berbagi inovasi”.
Siswa
“kemampuan
guru dalam membuat pembelajaran lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan
kehidupan mereka”.
2)
Apa rencana Bapak/Ibu ke depannya untuk dilakukan mengenai kompetensi
guru penggerak yang harus Bapak/Ibu miliki?
Jawab
Ke depannya, saya memiliki beberapa rencana
untuk terus meningkatkan kompetensi sebagai Guru Penggerak agar dapat
memberikan dampak yang lebih besar bagi siswa, rekan sejawat, dan lingkungan
sekolah.
3)
Siapa saja yang akan Bapak/Ibu libatkan untuk meningkatkan kompetensi
guru penggerak yang harus Bapak/Ibu miliki?
Jawab
Untuk meningkatkan kompetensi saya sebagai
Guru Penggerak, saya akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah
sebagai mentor utama untuk memberikan arahan dan evaluasi terkait kebijakan
pembelajaran, hingga rekan sejawat yang akan berkolaborasi dalam berbagi
praktik terbaik dan solusi terhadap tantangan pembelajaran. Selain itu, saya
juga akan melibatkan siswa untuk mendapatkan umpan balik tentang keefektifan
metode yang digunakan, serta orang tua siswa yang berperan penting dalam
mendukung proses belajar di rumah. Keterlibatan pelatih atau mentor profesional
dan komunitas pendidikan eksternal juga akan saya manfaatkan untuk memperkaya
wawasan dan keterampilan saya. Dengan kolaborasi erat antara pihak-pihak
tersebut, saya berharap dapat terus berkembang dalam peran saya sebagai Guru
Penggerak, menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan berdampak.
2.
Perubahan dalam pembelajaran
a.
Refleksi perubahan dalam pembelajaran yang sudah diterapkan selama 6
bulan, diskusikan dampak pada diri guru dan murid yang terjadi.
1)
Setelah Bapak/ Ibu menjalani 6 bulan pendidikan guru penggerak,
perubahan apa yang Bapak/ Ibu rasakan yang berkaitan dengan kompetensi Bapak/
Ibu sebagai guru?
Jawab
Setelah menjalani 6 bulan Pendidikan Guru
Penggerak, saya merasakan beberapa perubahan signifikan dalam kompetensi saya
sebagai guru. Pertama, saya merasa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan
yang berdampak pada kualitas pembelajaran, berfokus pada kebutuhan dan potensi
siswa. Melalui pendekatan berbasis aset, saya semakin paham bagaimana
mengoptimalkan sumber daya yang ada di sekolah dan memanfaatkan potensi siswa
secara maksimal. Kedua, kemampuan saya dalam membangun komunikasi dan
kolaborasi dengan rekan sejawat, siswa, serta orang tua semakin berkembang.
Saya belajar untuk lebih mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain, serta
mengintegrasikan umpan balik dalam proses pembelajaran. Ketiga, kompetensi
kepemimpinan saya juga meningkat, karena saya semakin mampu untuk mengarahkan
dan memotivasi rekan-rekan guru untuk bergerak bersama dalam menciptakan
perubahan positif di sekolah. Secara keseluruhan, pendidikan ini telah membantu
saya untuk menjadi guru yang lebih reflektif, inovatif, dan berorientasi pada
keberhasilan siswa, dengan kesadaran yang lebih besar terhadap peran saya dalam
pengembangan sekolah secara menyeluruh.
2)
Berdasarkan yang Bapak/ Ibu alami, perubahan apa saja yang terjadi pada
diri murid Bapak/ Ibu setelah Bapak/ Ibu menjalani program 6 bulan ini?
Jawab
Setelah menjalani program Pendidikan Guru
Penggerak selama 6 bulan, saya melihat beberapa perubahan positif pada diri
murid-murid saya. Pertama, mereka lebih aktif dan percaya diri dalam mengikuti
pembelajaran. Melalui pendekatan yang lebih berbasis pada kebutuhan dan potensi
mereka, saya merasa siswa menjadi lebih terlibat dalam diskusi kelas dan lebih
berani menyampaikan pendapat atau ide-ide mereka. Kedua, saya juga melihat
peningkatan dalam keterampilan kolaborasi mereka. Dengan mendorong mereka untuk
bekerja dalam kelompok dan saling mendukung, siswa semakin terbiasa bekerja
sama, berbagi ide, dan memecahkan masalah bersama. Ketiga, perubahan yang
sangat terasa adalah peningkatan kesadaran diri siswa dalam proses belajar.
Mereka lebih sering melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah
dijalani dan lebih memahami bagaimana cara mereka belajar dengan efektif.
Secara keseluruhan, program ini membantu saya untuk menciptakan lingkungan
belajar yang lebih inklusif, di mana siswa merasa lebih dihargai dan diberi
kesempatan untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan minat mereka.
3)
Apa saja hal yang membuat perjalanan 6 bulan ini cukup memuaskan?
Jawab
Perjalanan 6 bulan ini cukup memuaskan bagi
saya karena beberapa hal yang saya alami. Pertama, saya merasa sangat terbantu
dengan pendekatan berbasis aset yang diajarkan dalam program ini. Saya bisa
lebih fokus pada potensi yang dimiliki oleh siswa, rekan sejawat, dan sekolah,
serta memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kedua,
kolaborasi yang terjalin dengan rekan-rekan guru dan kepala sekolah sangat
berharga. Diskusi dan berbagi pengalaman dengan mereka membuka perspektif baru
dalam mengatasi tantangan pembelajaran. Ketiga, proses refleksi diri yang saya
lakukan setiap bulan membantu saya untuk lebih memahami kekuatan dan kelemahan
saya sebagai guru, sehingga saya bisa terus berkembang. Selain itu, kesempatan
untuk berinteraksi langsung dengan para mentor dan pelatih selama program
memberi saya banyak wawasan yang aplikatif dalam konteks sehari-hari di
sekolah. Semua hal tersebut memberi rasa puas karena saya merasa bisa
mengimplementasikan banyak hal baru yang membawa dampak positif pada proses
belajar mengajar di kelas.
4o mini
3.
Penilaian pemetaan aset
a.
Proses penilaian pemetaan aset dilakukan dengan cara berdiskusi dengan
CGP dan aktor yang terlibat saat proses pemetaan asset. Berdasarkan hasil
diskusi tersebut, silahkan lakukan penilaian dengan menggunakan rubrik yang
telah disediakan.
b.
Pertanyaan pematik untuk CGP yang digunakan saat diskusi
c.
Siapa saja aktor yang terlibat saat proses pemetaan aset?
Jawab
Dalam proses pemetaan aset, beberapa aktor
yang terlibat meliputi:
1.
Kepala
Sekolah
Sebagai pemimpin yang memberikan arahan dan
mendukung kegiatan pemetaan aset.
2.
Guru
Guru menjadi penggerak utama yang mengenali
potensi aset berbasis lingkungan sekolah, termasuk murid, sarana prasarana, dan
komunitas.
3.
Siswa
Sebagai pihak yang memiliki peran penting
dalam mengidentifikasi kekuatan dan kebutuhan mereka sendiri, serta potensi
komunitas kelas atau kelompok belajar.
4.
Orang
Tua/Wali Murid
Berkontribusi dalam memberikan masukan terkait
dukungan yang dapat diberikan untuk pembelajaran, serta mengenali aset yang ada
di lingkungan keluarga dan masyarakat.
d.
Bagaimana proses Bapak/Ibu dalam menemukan/mengidentifikasi sumber daya
yang ada di sekolah?
Jawab
Proses saya dalam menemukan atau
mengidentifikasi sumber daya (aset) yang ada di sekolah dilakukan dengan :
·
Mengamati
kondisi lingkungan sekolah, fasilitas, dan sarana prasarana yang tersedia.
Contohnya adalah ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, lapangan olahraga,
serta teknologi yang tersedia seperti komputer dan koneksi internet.
·
Menggunakan
data yang tersedia di sekolah, seperti:
o Data prestasi siswa (akademik dan non-akademik).
o Profil tenaga pendidik dan kependidikan.
o Informasi keuangan sekolah (sumber dana BOS, BOS
Afirmasi, dll.).
o Laporan kegiatan atau program sebelumnya.
o Potensi ekstrakurikuler
e.
Apa saja kendala dan tantangan yang Bapak/Ibu hadapi saat melakukan
identifikasi sumber daya sekolah dan bagaimana Bapak/Ibu mengatasinya?
Jawab
Kurangnya Pemahaman tentang Konsep Pemetaan
Aset
·
Tantangan: Beberapa guru atau pihak lain tidak memahami
langkah-langkah pemetaan aset secara sistematis.
·
Solusi:
o Memberikan pelatihan atau pendampingan tentang
metode pemetaan aset, misalnya melalui workshop atau bimbingan teknis.
o Menggunakan panduan sederhana atau contoh
konkret untuk mempermudah pelaksanaan.
f.
Bagaimana perasaan Bapak/Ibu ketika berhasil mengidentifikasi sumber
daya sekolah?
Jawab
Ketika berhasil mengidentifikasi sumber daya
sekolah, perasaan yang muncul adalah bangga, lega, dan termotivasi.
Bangga karena mampu menggali potensi yang selama ini mungkin belum terlihat,
lega karena memiliki gambaran yang lebih jelas tentang kekuatan sekolah, dan
termotivasi untuk memanfaatkan sumber daya tersebut demi kemajuan pembelajaran
dan pengembangan sekolah.
Proses ini juga memberikan rasa percaya diri
bahwa dengan memaksimalkan aset yang dimiliki, berbagai tantangan dapat diatasi
secara kreatif. Selain itu, keberhasilan ini memberikan semangat untuk terus
melibatkan seluruh pihak sekolah, seperti guru, siswa, dan orang tua, dalam
menciptakan lingkungan pendidikan yang kolaboratif dan inovatif.
g.
Apa pertimbangan Bapak/Ibu dalam menentukan sumber daya sekolah?
Jawab
Dalam menentukan sumber daya sekolah, ada
beberapa pertimbangan yang menjadi dasar utama:
1. Relevansi terhadap Tujuan Sekolah
·
Memastikan
bahwa sumber daya yang diidentifikasi mendukung visi, misi, dan program
sekolah, seperti penguatan Profil Pelajar Pancasila, peningkatan mutu
pembelajaran, dan pencapaian target prestasi.
2. Potensi untuk Dikembangkan
·
Memprioritaskan
aset yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan dan dimanfaatkan secara
maksimal, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
3. Ketersediaan dan Kondisi Aset
·
Memperhatikan
kondisi fisik, kualitas, dan kuantitas sumber daya, seperti sarana prasarana,
keahlian guru, atau dana yang dimiliki.
4. Keterlibatan dan Dukungan Pemangku
Kepentingan
·
Mempertimbangkan
sejauh mana aset tersebut dapat melibatkan atau mendapatkan dukungan dari guru,
siswa, orang tua, dan masyarakat.
5. Dampak terhadap Pembelajaran
·
Menilai
potensi aset dalam meningkatkan proses belajar mengajar, seperti penggunaan
teknologi, program ekstrakurikuler, atau pengembangan keahlian siswa.
6. Keberlanjutan
·
Memastikan
bahwa sumber daya yang dipilih dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan tanpa
menimbulkan beban yang besar pada sekolah.
h.
Selain berdiskusi dengan CGP, lakukan juga wawancara ke perwakilan aktor
yang terlibat untuk mengecek kesepahaman akan tujuan pemetaan dan proses yang
terjadi, dengan menggunakan pertanyaan pematik berikut ini:
i.
Bagaimana proses Bapak/Ibu dalam menemukan/mengidentifikasi sumber daya
yang ada di sekolah?
Jawab
Proses dalam menemukan atau mengidentifikasi
sumber daya di sekolah dilakukan melalui langkah-langkah sistematis berikut:
1. Observasi Lingkungan Sekolah
·
Mengamati
aset fisik yang tersedia, seperti fasilitas, ruang kelas, perpustakaan,
laboratorium, atau lapangan olahraga.
·
Memastikan
sarana dan prasarana tersebut sesuai dengan standar atau memiliki potensi untuk
dikembangkan lebih lanjut.
2. Diskusi dan Kolaborasi dengan Warga Sekolah
·
Melibatkan
guru, siswa, dan tenaga kependidikan dalam diskusi untuk mengidentifikasi
potensi atau aset individu seperti keahlian, kreativitas, dan pengalaman.
·
Mengadakan
pertemuan dengan komite sekolah atau orang tua untuk mengetahui dukungan apa
yang bisa mereka berikan.
3. Pendataan dan Pemetaan Aset
·
Membuat
daftar aset berdasarkan kategori, seperti:
o
Sumber daya
manusia: Kompetensi
guru, prestasi siswa, dan partisipasi komunitas.
o
Sumber daya
fisik: Bangunan, alat pembelajaran, dan
infrastruktur.
o
Sumber daya
finansial: Dana BOS,
iuran komite, dan donasi.
o
Sumber daya
sosial dan budaya: Keragaman
siswa, hubungan dengan masyarakat, atau tradisi lokal.
·
Menggunakan
format pemetaan, seperti tabel atau diagram, untuk memvisualisasikan hasil
identifikasi.
j.
Apa saja kendala dan tantangan yang Bapak/Ibu hadapi saat melakukan
identifikasi sumber daya sekolah dan bagaimana Bapak/Ibu mengatasinya?
Jawab
Kendala dan tantangan yang sering dihadapi
saat melakukan identifikasi sumber daya sekolah, beserta cara mengatasinya:
1. Kurangnya Data atau Informasi yang
Terorganisir
·
Kendala: Informasi mengenai aset fisik, sumber daya
manusia, dan keuangan tidak terdokumentasi dengan baik sehingga sulit melakukan
pemetaan.
·
Solusi: Membuat sistem pendataan yang lebih
terstruktur dengan bantuan teknologi seperti spreadsheet atau aplikasi
manajemen sekolah. Melibatkan tim khusus untuk mengumpulkan dan mengelola data
secara berkala.
2. Kurangnya Partisipasi Warga Sekolah
·
Kendala: Sebagian guru, siswa, atau orang tua kurang
terlibat dalam proses identifikasi karena kurangnya pemahaman akan pentingnya
kegiatan ini.
·
Solusi: Melakukan sosialisasi terlebih dahulu untuk
menjelaskan tujuan dan manfaat identifikasi sumber daya. Memberikan ruang
partisipasi yang nyaman seperti forum diskusi, kuesioner, atau wawancara.
k.
Bagaimana perasaan Bapak/Ibu ketika berhasil mengidentifikasi sumber
daya sekolah?
Jawab
Ketika berhasil mengidentifikasi sumber daya
sekolah, saya merasa sangat puas dan bangga karena ini merupakan langkah
penting dalam memaksimalkan potensi yang ada untuk mendukung pembelajaran.
Proses ini memberikan kepuasan tersendiri karena mampu melihat berbagai peluang
yang sebelumnya mungkin tersembunyi. Saya juga merasa semakin optimis karena
aset yang ditemukan dapat menjadi dasar untuk mengembangkan program-program
kreatif dan inovatif di sekolah. Selain itu, keberhasilan ini juga memberikan
motivasi untuk terus melibatkan warga sekolah dalam membangun lingkungan
belajar yang lebih baik. Rasanya seperti membuka pintu menuju peluang baru yang
lebih menjanjikan untuk kemajuan sekolah.
l.
Apa pertimbangan Bapak/Ibu dalam menentukan sumber daya sekolah?
Jawab
Dalam menentukan sumber daya sekolah, saya
mempertimbangkan kebutuhan pembelajaran yang relevan dengan kurikulum dan
kompetensi siswa, kebermanfaatan serta potensi pengembangan sumber daya untuk
jangka panjang, dan aksesibilitasnya bagi seluruh warga sekolah. Saya juga
melibatkan guru, siswa, dan komunitas untuk memberikan masukan, serta
memastikan aset yang dipilih selaras dengan visi dan misi sekolah. Selain itu,
kondisi keuangan sekolah, keberagaman budaya, dan kearifan lokal menjadi
pertimbangan penting agar sumber daya dapat digunakan secara efektif dan
efisien. Semua keputusan diambil dengan tujuan mendukung pembentukan lingkungan
belajar yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
m.
Apakah terdapat hal lain yang dapat dijadikan sumber daya sekolah yang
belum Bapak/Ibu temukan dalam proses yang sudah berlangsung?
Jawab
Ya, terdapat kemungkinan adanya sumber daya
sekolah lain yang belum saya temukan selama proses berlangsung, seperti potensi
keterampilan individu dari warga sekolah yang belum teridentifikasi, misalnya
kemampuan tertentu yang dimiliki guru, siswa, atau staf. Selain itu, jaringan
kemitraan yang bisa dibangun dengan alumni, masyarakat sekitar, atau pihak
eksternal seperti lembaga pemerintah, swasta, dan organisasi sosial mungkin
juga belum sepenuhnya dieksplorasi. Lingkungan sekitar sekolah, seperti fasilitas
umum, budaya lokal, atau sumber daya alam di sekitar, juga berpotensi menjadi
aset yang mendukung kegiatan pembelajaran jika dioptimalkan. Saya berencana
untuk terus mengevaluasi dan melibatkan lebih banyak pihak untuk menggali
potensi-potensi tersebut.
4.
Persiapan panen hasil belajar
a.
Diskusikan dengan CGP terkait persiapan panen hasil belajar, pastikan
CGP mengetahui dan memahami kelengkapan apa saja yang akan dibawa dan
ditampilkan saat pelaksanaan panen hasil belajar. Berikan pertanyaan pematik
sebagai panduan diskusi dengan CGP:
b.
Apa ide Bapak/Ibu untuk persiapan panen hasil belajar pada Lokakarya 7?
Jawab
Untuk mempersiapkan panen hasil belajar
pada Lokakarya 7, saya memiliki beberapa ide yang berfokus pada kolaborasi,
kreativitas, dan representasi progres pembelajaran. Berikut adalah rencana
persiapannya:
·
Mengumpulkan
portofolio hasil kerja siswa selama program berlangsung, seperti proyek-proyek
berbasis masalah, karya seni, atau produk inovatif.
·
Menampilkan
hasil pembelajaran siswa dalam bentuk pameran interaktif, sehingga peserta
lokakarya dapat melihat dan memberikan apresiasi terhadap progres siswa.
·
Memastikan
seluruh kegiatan terdokumentasi dengan baik, seperti foto, video, atau
publikasi yang dapat digunakan untuk evaluasi dan inspirasi program berikutnya.
·
Membuat video
dokumentasi atau slideshow yang merangkum perjalanan pembelajaran siswa, guru,
dan komunitas sekolah sepanjang program.
·
Mengajak
siswa untuk menuliskan refleksi atau cerita pengalaman belajar mereka, yang
kemudian dapat dibagikan secara langsung atau melalui media seperti poster.
c.
Apa yang akan Bapak/Ibu pamerkan pada saat penen hasil belajar?
Jawab
Pada saat panen hasil belajar, saya
berencana memamerkan berbagai hasil dari proses pembelajaran yang mencerminkan
perkembangan siswa, kolaborasi warga sekolah, dan implementasi program.
5.
Bagian Akhir Pendampingan
a.
Mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih telah berbagi praktik baik
yang sudah dilakukan dari pembelajaran daring.
b.
Mendorong untuk terus memetakan sumber daya dalam melakukan perubahan
dan perbaikan pembelajaran.
c.
Jika ada hal-hal terkait pembelajaran daring yang perlu diketahui oleh
fasilitator, maka perlu dicatat dalam Jurnal Komunikasi di LMS.
Komentar
Posting Komentar